Cerita tentang Gigi



Pasca operasi usus buntu, atau lebih tepatnya sudah bisa makan enak-enak, malah sakit gigi. Aduh mak, gigi ambo nyut-nyut. 
Senyum / sumber google
Ada yang bilang, kalau kita alihkan perhatian, rasa sakit yang dialami akan berkurang. Uhuk. Baiklah, ayo kita alihkan perhatian.

Bicara soal musisi, maka ada group band bernama GIGI. Bedanya, gigi saya lagi nyut-nyut, dan GIGI Arman Maulana adalah nama group band.

Salah satu lagu GIGI yang populer adalah 11 Januari. Kalau milad saya 04 Februari. Dari jarak lagu tersebut dengan tanggal kelahiran saya, kita akan menemukan ada 25 hari. Dan secara tidak langsung, angka 25 akan mengingatkan kita dengan Hari Guru Nasional pada tanggal 25 November.

Hei, ini adalah bulan November. Sekarang tanggal 23. Artinya, dua hari lagi Hari Guru Nasional. 

Dua hari lagi? Bukankah angka dua adalah angka yang dibicarakan akhir-akhir ini? Yeah. Dua Desember. Dimana, ada aksi damai, lanjutan dari 04 November kemarin. Nah loh, baru sadar bahwa aksi kemarin sama dengan tanggal lahir saya. 

Aduh mak, ngotak atik angka kok masih sakit ya? Ayo. Alihkan perhatian.

Di kampung saya, istilah gigi biasa dipakai dalam berkendaraan. Kalau salah menggunakan gigi, hati-hati saja kalau tanpa sadar bikin jalan baru.

Jadi ingat, pertama kali pakai motor matic, gagap-gagap. Ketika mau belok atau berhenti, refleks mencari gigi. Untunglah tidak ada yang memperhatikan.

Nyut-nyut...

Aduh, mak. Gimana ini, apakah saya harus UNJUK GIGI datangin dokter? Tapi kalau dipikir-pikir pasti akan diminta untuk cabut ini gigi dan diganti gigi palsu. Bayangkan saja. Kalau satu gigi harganya lima juta, bisa tekor saya. Masa sih, mau makan kacang saja harganya lima juta?

Nggak perlulah ke dokter. Masalah saya hanya gigi nyut-nyut. Perawatan di rumah saja. Semoga cepat sembuh. Semoga pula ini menjadi penggugur dosa. Dan masa evaluasi diri.

Sebagai penutup, mari kita simak potongan lirik lagu Meggy Z berikut:
Daripada sakit hati
Lebih baik sakit gigi ini
Biar tak mengapa
Hanya Meggy Z yang tahan sakit gigi. Entah bagaimana beliau melakukannya.

Baiklah, kalian yang membaca ini, rawatlah gigi kalian. Kalau perlu, sampai titik dara penghabisan. Hahaha, gagahnya!

Ebid Salam
Samarinda, 23 November 2016